Tampilkan postingan dengan label Kenapa Perlu Niat?. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenapa Perlu Niat?. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Februari 2018

Kenapa Perlu Niat?

Apa itu niat?

Imam Nawawi mengatakan yang dikatakan niat adalah engkau bermaksud melakukan sesuatu dan bertekad bulat untuk mengerjakannya.

Segala sesuatu tergantung pada niatnya, jika niatnya baik maka hasilnya juga baik, jika niatnya buruk maka hasilnya juga buruk.

Sebagaimana hadis Nabi SAW yang artinya:
Dari Amirul Mu'minin, Abi Hafs Umar Ibn Khattab radhiallahuanhu, dia berkata, " saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena menginginkan kehidupan yang layak di dinia atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan
(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Islamil bin Ibrahim bin Al-Mughirah bin Bardizbah al Bukhari dan Abu Al- Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim al Qusyairi An Naisaaburi di dalam dua kitab Shahih, yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang)

Pentingnya niat

Dari hadis diatas membuktikan bahwa kedudukan niat sangatlah penting dalam kehidupan manusia, baik itu dalam hal muamalah dan yang terpenting niat dalam hal ibadah. oleh karena itu dalam menjalani kehidupan sehari hari marilah kita pergunakan niat pada setiap aktifitas kita, yaitu niat yang baik demi mendapatkan keridhaan Allah. karena tujuan manusia tidak lain hanyalah untuk memperoleh Ridha Allah SWT.

Imam Bukhari pada awal kitab shahihnya sebagai mukaddimah menyebukan bahwa setiap amalan yang tidak diniatkan karena mengharap Allah SWT adalah sia-sia (dikutip dari www.risalahislam.com)

Dari abu Yazid Ma'an bin Yazid bin Al-AKhnas radhiallahuanhum, -ia, ayah dan kakeknya termasuk sahaban Nabi SAW-, di mana Ma'an berkata bahwa ayahnya yaitu Yazid pernah mengeluarkan beberapa dinar untuk niatan sedekah. Ayahnya meletakkan uang tersebut di sisi seseorang yang di mesjid (maksudnya: ayahnya mewakilkan sedekah tadi pada orang yang ada di mesjid). landas Ma'an pun mengambil uang tadi, lalu ia menemui ayahnya dengan membawa uang diinar tersebut. Kemudian ayah Ma'an (Yazid) berkata, "sedekah itu sebenarnya bukan kutujukan padamu." Ma'an pun mengadukan masalah tersebut kepada Rasulullah SAW. lalu beliau bersabda:
Engkau dapati apa yang engkau niatkan wahai Yazid. Sedangkan, wahai Ma'an engkau boleh mengambil apa yang engkau dapati." (HR. Bukhari, no. 1422)
Dari hadis ini menunjukan bahwa apa yang kita niatkan itulah yang kita peroleh walaupun terkadang kenyataannya berbeda dengan apa yang kita niatkan. namun yang pasti adalah segala yang kita niatkan pasti akan kita dapatkan.

Semoga bermanfaat Wallahu a'lam bish-shawab